Pendidikan Kewarganegaraan Pertemuan Ke-2

Tambahkan teks

BAB I. HAKIKAT
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM
MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN UTUH SARJANA DAN PROFESIONAL
Seperti yang telah diatur dalam
UU RI nomor 12 tahun 2012 tentang pendidikan tinggi dan UU RI nomor 14 tahun
2005 tentang guru dan dosen pendidikan program sarjana diharapkan menjadi
tenaga ahli profesional yang mampu menciptakan lapangan kerja.
Menurut undang- undang no. 12 tahun 2006 tentang kewarganegaraan indonesia,
yang dimaksud warga negara adalah warga suatu negara yang ditetapkan
berdasarkan peraturan perundang -undangan. Pendidikan kewarganegaraan adalah
program pendidikan yang berintikan demokrasi, memberikan pengaruh positif dari pendidikan
sekolah, masyarakat,dan orang tua, dan diharapkan peserta didik menjadi manusia
yang lebih baik dan sesuai ketentuan pancasila dan UUD RI 1945. Pkn sebagai
mata kuliah wajib karna untuk membentuk jiwa nasionalis dan cinta tanah air.
Secara sosiologis, pkn dilakukan oleh para pemimpin di masyarakat yang
mengajak untuk mencintai tanah air dan bangsa indonesia.
Secara politis, pendidikan kewarganegaraan
mulai dikenal pada kurikulum tahun 1957 isi mata pelajaran pkn membahas cara
pemperoleh dan kehilangan kewarganegaraan, sedangkan dalam civics(1961) lebih banyak membahas tentang sejarah kebangkita
Nasional, UUD, pidato- pidato politik kenegaraan yang terutama diarahkan untuk
‘nation and charracter building’
bangsa indonesia. Pada awal pemerintahan orde baru, dalam kurikulum baru
tercantum mata pelajaran pendidikan kewargaan negara yang berisi dan metode
pembelajaran baru yang dikelompokan menjadi kelompok pembinaan jiwa pancasila,
KONSEP DAN URGENSI PKN DALAM PENCERDASAN KEHIDUPAN BANGSA
Dalam Undang Undang Republik Indonesia nomor 12 tahun 2012 tentang
pendidikajn tinggi, program sarjana merupakan jenjang pendidikan akademik bagi
lulusan pendidikan menengah atau sederajat sehingga mampu mengamalkan ilmu
pengetahuan dan teknologi melalui penalaran ilmiah.
Lulusan program sarjana diharapkan akan menjadi intelektual dan/atau
ilmuwan yang berbudaya, mampu memasuki dan/atau menciptakan lapangan kerja,
serta mampu mengambangkan diri menjadi profesional.
Dalam undang undang republik indonesia nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan
dosen dikemukakan bahwa profesional adalah pekrjaan atau kegiatan yang dapat
menjadi sumber penghasilan, perlu keahlian, atau kecakapan, memiliki standar
mutu, ada norma dan diperoleh melalui pendidikan profesi.
ESENSI DAN URGENSI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAN UNTUK MASA DEPAN
Urgensi berasal dari bahasa latin bernama ‘’urgere’’ yaitu (kata kerja)yang
berarti mendorong...dan jika dilihat dari bahasa inggris bernama ‘’urgent’’
yang memiliki arti (kata sifat) dan dalam bahasa indonesia ‘’urgensi’’ (kata
benda). Istilah urgensi menunjuk pada suatu yang mendorong kita, yang memaksa
kita untuk diselesaikan.. dengan demikian mengandaikan ada suatu masalah dan
harus segera ditindak lanjuti. Pengertian esensi adalah inti/hakikat. Bisa juga
disebut sebagai ‘hal yang pokok’ dari sesuatu.
Urgensi pendidikan pancasila
Pendidikan
pancasila dan kewarganegaraan (PPKN) berupaya mengantarkan warganegara
indonesia menjadi ilmuwan dan profesional yang memliki rasa kebangsaan dan
cinta tanah air; menjadi warga negara demokratis yang berkeadaban; yang
memiliki daya saing: berdisiplin, dan berpartisaipasi aktif dalam membangun
kehidupan yang damai berdasarkan sistem nilai pancasila. Pendidikan pancasila
dan kewarganegarann berkontribusi penting menunjang tujuan bernegara indonesia
yang berdasarkan pancasila dan UUD 1945. PPKN berkaitan dan berjalan seiring
dengan perjalanan pembangunan kehidupan berbangsa dan berjalan seiring dengan
perjalanan pembangunan kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia. Maka untuk
kedepannya, bangsa ini harus benar-benar berpedoman terhadap pancasila. Untuk
dapat mengentas kemiskinan, membasmi praktik KKN (Korupsi, Kolusi, dan
Nepotisme), berbagai bentuk kejahatan, dan lain sebagainya, keberadaan
pancasila tetap harus dipertahankan. Karena jika pancasila sudah diujung tanduk oleh ekses-ekses negatif, maka akan
menjadi apa bangsa ini kemudian.
Esensi pendidikan pancasila
Prof. Dr. Nadiroh, M. Pd., seorang guru besar pada prodi PPKN FIS UNJ (Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negri Jakarta) mengatakann bahwa, pembentukan karakter bangsa sebagai esensi pendidika kewarganegaraan. Beliau mengukuhkan hal tersebut lantaran fenomena dan fakta empiris yang diberitakan di mass media akhir-akhir ini merupakan gambaran realita kehidupan bangsa indonesia yang sampai saat ini masih mengalami krisis multidimensi. Jika keadaan ini dibiarkan berlarut-larut, kkita akan sulit mengejar ketertinggalan dalam upaya mencapai millenium developments goals (MDG’s), yaitu:
(1) menghapus tingkat kemiskinan dan kelaparan;
(2) mencapai pendidikan dasar secara univeral;
(3) mendorong kesetaraan gender dan memberdayakan perempuan;
(4) mengurangi tingkat kematian anak;
(5) memerangi HIV/AIDS, malaria dan penyakit lainnya;
(6) menjamin pembangunan berkelanjutan dan pelestarian lingkungan; dan
(7) mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan (united nations development group, 2003).
Tujuan ini dapat tercapai jika didukung oleh masyarakat dan bangsa yang
berkualitas atau SDM Indonesia yang unggul. Untuk itulah peran pendidikan
sangat penting, sebagaimana tersirat dan tersurat dalam Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang sistem
pendidikan nasional, pasal 1 ayat 2 dikatakan bahwa: pendidikan nasional adalah
pendidikan yang berdasarkan pancasila dan undang-undang dasar negara republik
indonesia tahun 1945 yang berakar pada nilai nilai agama, kebudayaan nasional
indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman. Dalamm pasal 3,
dikatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengmbangkan kemampuan dan membantuk
watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan
kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya petensi peserta didik agar
menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada tuhan yang maha esa, berakhlak
mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang
demokratis serta bertanggung jawab.

Komentar
Posting Komentar